urban
Parfum Tidak Punya Gender, Lalu Kenapa Ada Label Unisex, Feminine, dan Masculine?
AdminJuly 19, 20264 min read

Saat memilih parfum, mungkin kamu pernah melihat label feminine , masculine , atau unisex . Banyak orang kemudian bertanya-tanya, apakah parfum memang dibuat khusus untuk perempuan atau laki-laki? Jawabannya tidak sesederhana itu. Secara fisik, bahan-bahan parfum seperti Bergamot, Mawar, Vetiver, Vanilla, atau Sandalwood tentu tidak memiliki gender . Namun, seiring berkembangnya industri parfum, munculah kategori seperti feminine , masculine , dan unisex untuk membantu menggambarkan karakter aroma sekaligus memudahkan konsumen dalam memilih parfum. Dari Mana Pembagian Ini Berasal? Dalam sejarahnya, wewangian telah digunakan oleh berbagai peradaban sejak ribuan tahun lalu dalam berbagai aktivitas, seperti ritual keagamaan, perawatan diri, hingga kehidupan sehari-hari. Pada masa itu, penggunaan parfum tidak dibedakan secara ketat berdasarkan gender seperti yang kita kenal saat ini. Memasuki abad ke-20, seiring berkembangnya dunia fashion dan pemasaran, banyak rumah parfum mulai menghadirkan koleksi yang dipasarkan secara spesifik untuk laki-laki maupun perempuan. Pembagian ini bukan karena bahan parfumnya berbeda secara biologis, melainkan lebih dipengaruhi oleh preferensi pasar dan cara sebuah brand membangun karakter produknya. Aroma Floral misalnya, lebih sering dipasarkan sebagai parfum feminine , sedangkan aroma Woody atau Spicy lebih banyak ditemukan pada koleksi masculine . Seiring waktu, pola tersebut menjadi kebiasaan yang dikenal oleh masyarakat hingga sekarang. Apa yang Membedakan Parfum Feminine, Masculine, dan Unisex ? Salah satu acuan yang banyak digunakan dalam industri parfum adalah Fragrance Wheel yang dikembangkan oleh pakar parfum Michael Edwards. Menariknya, sistem ini mengelompokkan parfum berdasarkan keluarga aroma seperti Fresh, Floral, Amber , dan Woody , bukan berdasarkan gender. Namun, dalam praktik industri, beberapa keluarga aroma memang lebih sering diasosiasikan dengan kategori tertentu. Parfum feminine umumnya memiliki dominasi aroma Floral, Fruity, Powdery , atau Sweet yang memberikan kesan lembut, cerah, dan elegan. Parfum masculine lebih banyak menggunakan aroma Woody, Aromatic, Leather , Tobacco , atau Spicy yang memberikan kesan hangat, tegas, dan berkarakter. Parfum unisex biasanya menghadirkan komposisi yang lebih seimbang. Aroma Citrus, Green, Aquatic, Musk , maupun perpaduan Woody dan Floral sering dipilih karena dapat dinikmati oleh siapa saja tanpa kesan yang terlalu dominan ke satu karakter. Meski demikian, tidak ada aturan baku mengenai kombinasi notes . Saat ini, banyak parfum yang dipasarkan sebagai feminine menggunakan sentuhan Woody , begitu pula parfum masculine yang menghadirkan aroma Floral . Karena itu, label tersebut lebih menggambarkan karakter yang ingin dibangun oleh sebuah brand daripada menjadi aturan mutlak mengenai isi parfumnya. Selain Aroma, Apa Lagi yang Membedakan? Karakter sebuah parfum tidak hanya dibentuk oleh komposisi aromanya. Banyak brand juga membangun identitas melalui desain botol, warna kemasan, nama parfum, hingga konsep kampanye yang digunakan. Semua elemen tersebut membantu menciptakan persepsi apakah sebuah parfum terasa lebih feminine , masculine , atau unisex . Karena itu, label yang kita lihat sering kali merupakan gabungan antara karakter aroma dan identitas yang ingin dibangun oleh sebuah brand . Pembagian parfum menjadi feminine , masculine , dan unisex lahir dari perkembangan industri parfum, preferensi pasar, serta cara brand memperkenalkan karakter aromanya kepada konsumen. Meski demikian, cara terbaik memilih parfum tetaplah berdasarkan aroma yang paling sesuai dengan selera dan membuatmu merasa nyaman. Karena pada akhirnya, parfum terbaik bukan ditentukan oleh labelnya, melainkan oleh bagaimana aroma tersebut terasa saat menjadi bagian dari dirimu. Apakah Perempuan Boleh Memakai Parfum Masculine dan Sebaliknya? Tentu saja boleh. Begitu pula laki-laki yang menyukai parfum dengan label feminine . Pada dasarnya, tidak ada aturan yang mengharuskan seseorang memilih parfum berdasarkan label gender yang tertera pada kemasannya. Label feminine , masculine , dan unisex lebih berfungsi sebagai panduan untuk menggambarkan karakter aroma yang ingin ditampilkan oleh sebuah brand, bukan menentukan siapa yang boleh memakainya. Misalnya, parfum dengan karakter Woody atau Spicy sering dipasarkan sebagai masculine karena memberikan kesan hangat dan tegas. Sebaliknya, aroma Floral atau Fruity lebih sering dipasarkan sebagai feminine karena identik dengan kesan lembut dan cerah. Namun, setiap orang memiliki preferensi aroma yang berbeda. Tidak sedikit perempuan yang menyukai aroma Woody atau Leather karena terasa elegan dan berkarakter. Begitu pula banyak laki-laki yang nyaman menggunakan parfum dengan sentuhan Floral atau Powdery karena memberikan kesan bersih dan segar. Pada akhirnya, memilih parfum adalah soal kenyamanan dan karakter yang ingin kamu tampilkan. Selama aroma tersebut membuatmu merasa percaya diri, label pada kemasan tidak perlu menjadi batasan. Jika kamu sedang mencari parfum berkarakter unisex , Awaken , Night Drive , dan Merayakan Cinta dari ZAHR bisa menjadi salah satu pilihan untuk dipertimbangkan. Ketiganya menawarkan karakter aroma yang berbeda, sehingga kamu bisa memilih sesuai preferensi, suasana, maupun momen yang ingin kamu ciptakan, tanpa perlu terpaku pada label gender.
Share
All Articles